Di balik secangkir Robusta Sembalun, ada ketinggian, lingkungan, proses, dan perjalanan panjang dari kebun hingga cangkir.

Mau Mencoba Robusta Sembalun?

Beli di Shopee | Pesan via WhatsApp

Ketika mendengar kata Robusta, sebagian orang mungkin langsung membayangkan kopi dengan rasa yang kuat dan karakter yang tegas. Robusta memang dikenal sebagai salah satu jenis kopi yang memiliki karakter berbeda dari Arabika. Namun, membicarakan Robusta tidak cukup hanya dengan melihat jenis kopinya.

Tempat kopi tumbuh, kondisi lingkungan, cara buah dipanen, proses setelah panen, hingga proses roasting dan penyeduhan turut menentukan bagaimana biji kopi akhirnya hadir di dalam cangkir.

Salah satunya adalah Robusta Sembalun yang tumbuh pada ketinggian sekitar 850 mdpl. Dari kawasan Sembalun, Lombok, biji kopi ini melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya siap dinikmati.

Dari 850 mdpl menuju secangkir kopi—setiap biji memiliki perjalanan panjang

Sembalun dan Perjalanan Kopinya

Sembalun merupakan salah satu kawasan yang berada di sekitar kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Wilayah ini dikenal dengan bentang alam pegunungan, kawasan pertanian, serta kehidupan masyarakat yang banyak bergantung pada hasil perkebunan.

Kopi menjadi salah satu bagian dari perjalanan pertanian tersebut.

Bagi kami, kopi bukan hanya tentang produk yang sudah dikemas dan siap dijual. Ada kebun, ada tanaman yang dirawat, ada buah yang dipanen, dan ada proses panjang yang harus dilalui sebelum biji kopi sampai kepada penikmatnya.

Karena itu, ketika menikmati Kopi Robusta Sembalun, yang hadir bukan hanya secangkir minuman. Ada cerita tentang tempat dan proses di baliknya.

Di Mana Robusta Ini Tumbuh

Robusta yang kami kenalkan berasal dari kawasan Sembalun dengan informasi ketinggian sekitar 850 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka ketinggian bukan sekadar informasi pada kemasan. Ketinggian merupakan salah satu bagian dari lingkungan tempat tanaman kopi tumbuh. Bersama faktor lain seperti kondisi tanah, iklim, varietas atau klon, perawatan tanaman, serta proses pascapanen, lingkungan tumbuh dapat berkontribusi terhadap karakter akhir kopi.

Karena itu, dua kopi Robusta yang sama-sama disebut Robusta belum tentu memiliki pengalaman minum yang persis sama.

Asal dan proses menjadi bagian penting dalam mengenal sebuah kopi.

Semua Dimulai dari Buah Kopi

Sebelum menjadi green bean, roasted bean, ataupun kopi bubuk, kopi terlebih dahulu hadir sebagai buah yang tumbuh di tanaman kopi.

Buah kopi yang telah matang kemudian dipanen dan diseleksi. Tahap ini menjadi bagian penting karena kualitas bahan awal akan berpengaruh terhadap proses berikutnya.

Buah yang dipilih kemudian memasuki tahap pengolahan pascapanen. Setiap metode pengolahan memiliki karakteristik dan tujuan tersendiri dalam menangani buah kopi sebelum menjadi biji.

Untuk Robusta Sembalun yang kami tawarkan, proses yang digunakan adalah Natural Process.

Natural Process: Membiarkan Buah Mengiringi Proses Pengeringan

Pada proses natural, buah kopi dikeringkan dalam kondisi buah masih menyelimuti bijinya. Pengeringan dilakukan secara bertahap hingga kadar air kopi mencapai kondisi yang sesuai untuk tahap berikutnya.

Setelah proses pengeringan selesai, kulit dan bagian buah yang telah mengering dipisahkan dari bijinya melalui proses pengupasan atau hulling.

Biji kemudian disortir kembali sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Proses seperti ini membutuhkan perhatian terhadap kondisi pengeringan, kebersihan, waktu, dan penanganan biji. Pascapanen bukan sekadar menjemur kopi, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan kualitas kopi.

Dari Green Bean Menuju Roasted Bean

Setelah melalui proses pascapanen, kopi dapat hadir dalam bentuk Green Bean.

Green Bean merupakan biji kopi yang belum melalui proses roasting. Bentuk ini banyak digunakan oleh roaster atau penikmat kopi yang ingin melakukan proses sangrai sendiri.

Ketika biji kopi disangrai, warna, aroma, dan karakter fisiknya berubah. Tingkat roasting yang berbeda juga dapat menghasilkan pengalaman seduh yang berbeda.

Karena itu, kopi yang sama dapat memberikan pengalaman yang berbeda ketika diproses dengan pendekatan roasting dan penyeduhan yang berbeda.

Roasted Bean: Siap Digiling dan Diseduh

Bagi Anda yang tidak ingin melakukan proses roasting sendiri, Roasted Bean Kopi Robusta Sembalun dapat menjadi pilihan.

Biji kopi yang telah disangrai dapat digiling sesuai metode seduh yang digunakan. Ukuran gilingan menjadi salah satu faktor penting dalam proses ekstraksi.

Untuk metode seduh tertentu, kopi membutuhkan ukuran gilingan yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu ukuran gilingan yang selalu cocok untuk semua metode.

Kopi yang baik bukan hanya tentang bijinya, tetapi juga bagaimana kita memperlakukannya setelah sampai di dapur.

Jadi, Apa yang Membuat Robusta Sembalun Menarik?

Jawabannya bukan semata-mata karena Robusta.

Yang menarik adalah perjalanannya.

Dari tanaman kopi di kawasan Sembalun, tumbuh pada sekitar 850 mdpl, kemudian buah dipanen, diproses dengan metode natural, dikeringkan, disortir, hingga akhirnya dapat hadir sebagai green bean, roasted bean, atau kopi bubuk.

Setiap tahap memiliki perannya masing-masing.

Itulah sebabnya kami tidak ingin memperkenalkan Robusta Sembalun hanya dengan kalimat “kopi yang kuat.”

Kami ingin mengajak Anda mengenalnya lebih jauh—dari mana asalnya, bagaimana prosesnya, dan bagaimana perjalanan bijinya hingga sampai ke dalam cangkir.

Scroll to Top